Pemotong Buncis Merk KWS

Mesin/gilingan manual untuk potong-potong buncis dan sayuran sejenis yang lain.
Ini termasuk perabotan dapur yang orang pakai jaman dulu, sekarang bentuk alat sudah sangat modern.

Merk KWS asli buatan Jerman (tidak ada marking!!!)

Kondisi prima dan masih layak pakai, tetapi jaman ini kemungkinan besar hanya layak menjadi dekorasi saja.

Bahan dari besi cor, dengan pegangan untuk putarannya dari kayu.

Tinggi circa 27 cm, diameter 14 cm

SOLD

Tang Kakatua Knipex

Tang kakatua made in Germany, merk Knipex, model 52-180.
Kondisi bagus, tanpa karatan dan masih layak pakai.

SOLD

Ensel Pintu Tua # 4

Lima biji engsel besi yang diambil dari lawang tua.
Dibikin dengan cara manual, yaitu ditempa dari besi tebal dan berat.

Ukur: panjang 60cm/ panjang 51cm/ panjang 46cm/ panjang 43,5cm (dua biji)

SOLD

Jam Weker "Kienzle Repeat Alarm"

Jam Weker cirikhas tahun 1960 an buatan Jerman oleh pabrik jam “Kienzle”
Repeat Alarm artinya bahwa alarm bunyi, berhenti dan bunyi lagi selama beberapa kali.

Lihat dari kondisi hampir sempurna, mesin jalan normal dan pernah diservis, tapi sayangnya kap plastik tutup kaki hilang satu.

Diameter dial jam 9,5 cm

Sedikit tentag sejarah merk “Kienzle”:

Pabrik jam Kienzle didirikan tahun 1822 oleh Johannes Schlenker di kota Schwenningen, Jerman Selatan (Black Forest). Dengan kedatangan kerabat, bernama Jakob Kienzle tahun 1883 perusahaan mulai produksi macam-macam jam dalam skala besar dengan label “Schlenker & Kienzle”, sepuluh tahun kemudian produksi sudah mencapai 162.000 jam! Tahun 1897 Jakob Kienzle menjadi pemilik penuh, kemudian nama perusahaan diganti menjadi “Kienzle”.

Dari awal abad ke-20 Kienzle berkembang cepat dengan mengoptimalkan proses pembuatan jam secara massal. Selain Jam dinding dan weker, Kienzle juga mulai memproduksi jam saku dan jam tangan. Merk Kienzle juga dikenal sebagai pionir untuk jam yang dipasang di mobil, serta mesin absensi. Kienzle mendirikan pabrik baru di “Boehmen”, Jerman Timur dan buka cabang di Milan, London dan Paris.

Setelah PD I industri jam di Jerman (berpusat di kota Schwenningen dan sekitar) mengalami krisis, karena persaingan bertambah ketat. Tahun 1928 perusahaan Kienzle pecah, menjadi Kienzle Uhrenfabriken dan Kienzle Apparate (memproduksi segala macam alat kontrol untuk pabrik dan mobil). Tahun 1930an Kienzle menciptakan semacam jam tangan yang awet sekali, jam itu laku 25 juta biji! Inovasi mutakhir mereka adalah jam yang dipasang dalam cokpit pesawat.

Setelah PD II Kienzle berkembang dengan baik karena perusahaan itu selalu ada berinovasi, tahun 1963 Kienzle menciptakan mesin jam bertenaga cahaya sinar mata hari (“Heliomat”), tahun 1972 Kienzle mengeluarkan mesin jam quarz dengan tenaga baterei pertama, kemudian jam tangan berteknologi quarz LED!

Awal tahun 1980 industri jam di Jerman mengalami krisis besar dan kebanyakan pabrik yang pernah ada di daerah Black Forest gulung tikar, termasuk Kienzle yang kemudian dipindah tangankan kepemilikan. Saat ini bekas bangunan pabrik Kienzle masih lestari dan difungsikan sebagai museum dan galeri.

Flashlight BRAUN Paxitron 280 Z

Flashlight untuk kamera analog buatan Jerman oleh Braun Phototechnik GmbH(perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1915 di Nuernberg, terkenal sebagai pionir teknologi slide proyektor dan binocular).
Flash jadul ini model tahun 1980an.

Kondisi masih bagus dan layak pakai.

Masih berfungsi normal.

Tempat bateri bersih tidak berkarat.

Pengaris Kayu “Ada Ada”

Di pengaris tua ini terdapat tulisan bahasa Jerman, kelihatan iklan untuk toko sepatu dan alat olah raga A.Kurt Berge di kota Tuttlingen.
Yang menarik di toko tersebut ada merk sepatu anak dengan nama “Ada Ada”!!!

Kalimat “der Kinderschuh der Freude macht” artinya “sepatu anak yang bikin bahagia”.

Tidak jelas umur pengaris, pasti sudah ada 50 tahun, bisa saja lebih tua juga.

Kondisi terpakai tetapi utuh, panjang 30 cm, bahan kayu dari Eropa.

SOLD

Kamera Merk “Subita”

Kamera analog merk “Subita” made in Germany awal tahun 1950an.
Kamera ini adalah model “folding viewfinder camera” yang sederhana dengan lensa SINGLO Anastigmat 1:6.3 – 75mm

Dikeluarkan oleh perusahaan optical “Dacora” yang berdiri setelah PD II di kota Reutlingen, Jerman Barat.

Kamera dalam kondisi masih baik, bagian depan cover/tas lepas karena robek.

Deskripsi menurut Camerawiki:

The Subita was a folding camera with optical viewfinder for 120 film made by the German manufacturer Dacora. The Dacora 120 was a slightly more sophisticated version of it, and the Dacora I was the top model of the line. The basic model, the Subita, was an undemanding item with just two shutter speeds, two apertures, stepless distance selector, a shutter-cocking shutter release lever without double exposure prevention, and a solid opening/unfolding mechanism driven by two powerful springs. specifications Type: folding viewfinder camera Manufacturer: Dacora Film: typ120 film rolls Viewfinder: optical viewfinder Subita Year of launch: 1953

SOLD

Botol Anggur Kuno

Tiga buah botol yang dulu berisi minuman anggur.
Bagian bawah bentuk permukaan bulat, cembung, dan menjorok ke dalam.

Diantara tiga botol, salah satunya memiliki marking timbul DS.

Ada retakan tetapi masih kuat.

Tinggi antara 29 cm sampai 31 cm.Diameter bawah semua 7,5 cm.

Harga Rp 30 ribu / biji

Lampu Badai Feuerhand 276 Baby Special

Cold blast stormlantern merk Feuerhand dalam kondisi orisinil dan setelah mengalami proses restorasi dia kembali ke bentuk semula dan berfungsi dengan baik lagi.
Model FH 276 Baby Special adalah lampu badai ukuran tanggung yang diproduksi oleh perusahaan Nier-Feuerhand mulai tahun 1954 di pabrik di kota Hohenlocksted (Hamburg), Jerman Barat. Perusahaan Nier-Feuerhand berdiri tahun 1902 di kota Beierfeld, Saxonia, bagian Jerman Timur. Setelah PD II keluarga Nier terpaksa lari dari Jerman Timur ke Jerman Barat, kemudian mereka mendirikan pabrik baru dekat kota Hamburg.

Lampu yang diproduksi setelah PD II bisa dibedakan dari lampu yang masih buatan Beierfeld sebelum PD II. Itu bisa dilihat dari tanda pada bagian tanki, yang lebih tua (sebelum PD II) terdapat tulisan “Made in Germany”, sedangkan produk Feurhand setelah PD II ditandai dengan tulisan “W. Germany”. Ciri lain untuk menentukan umur lampu ada pada tulisan yang terdapat di bagian atas (“dome roof”) dimana yang diproduksi setelah PD II di Jerman Barat menggunakan tulisan timbul “Original Nier Feuerhand”. (Info diambil dari “Feuerhand Sturmlaternen a brief history” by Dr. Detlef Bunk).

Lampu ini kami dapat dalam kondisi mengenaskan, tanpa kaca (globe), berkarat, dilapis semacam cat silver dan ternyata kenir (burner) pun rusak.

Model “276 Baby Special” adalah lampu badai merk Feuerhand satu-satunyanya yang masih diproduksi sampai sekarang di Jerman, oleh sebab itu sparepart ori dari Feuerhand masih bisa didapat. Daripada menjadikan lampu ini sebagai sesuatu “objek pajangan” kami memutuskan menyelamatkan lampu ini untuk dikembalikan ke bentuk semula, tetapi dengan konsekuensi harus melakukan restaurasi total.

Langkah-langkah restorasi:

Setelah dibersihkan dari karatan kami hilangkan lapisan cat silver dengan cara dikerok hati-hati agar jangan sampai merusakkan lapisan cat asli.

Setelah bagian bawah bersih, baru kelihatan kalau ternyata tanki bocor parah!

Lubang besar di bagian tengah tanki ditambal plat seng dengan cara dipatri, demikian juga lubang-lubang kecilnya. Supaya tanki seratus persen rapat lagi, kami melapisi tanki dari dalam dengan semacam resin cair yang keras dan tahan minyak tanah.(matur nuwun mas Burhan untuk infonya!)

Kemudian lampu sudah tampil bagus lagi, yang kurang kenir (burner) dan kaca (globe).

Untung kami bisa dapat dua sparepart ori tersebut, dibawa teman langsung dari Jerman!

Setelah kenir dan kaca dipasang, lampu badai ini kembali ke bentuk semula dan dia langsung mau menyala dengan sempurna.

Well done!

SOLD