Lampu Bunker # 2

Kondisi masih bagus atau layak pakai. Fitting dan reflektor masih bersih, tanpa karatan.

Pada bodi ada bagian kecil yang retak/lepas, jari-jari pelindung berkarat sedikit.

Kelihatan dari tanda di bodi bagian bawah, lampu ini buatan Jerman Timur ('made in GDR'= German Democratic Republik).

Spesifikasi: Bodi bagian bawah dari bahan bakelit (plastik yang keras dan awet), fitting porselin, kaca tebal sekali dikelilingin jari-jari besi pelindung.

Panjang 19,5 cm, lebar 13 cm, tinggi 13 cm

230-250 Volt, maximal 60 Watt

Detail Fitting

Harga Rp 175 ribu

Toy Vibraphone Merk "Taiyo"

Mainan alat musik untuk anak cirikhas dari tahun 1960/1970an, buatan Jepang.
Penampilannya mirip seperti xylophone, dengan 12 bilahan metal warna-warni disertai notasi huruf dan not angka.

Dibawah bilah-bilah terdapat pipa yang berfungsi sebagai resonator.

Mainan ini bisa dilipat saat akan dimasukkan dalam kemasaan, yaitu dengan cara resonator dilepas dan kaki dilipat.

Walaupun termasuk jenis mainan, bukan alat musik sesungguhnya, vibraphone ini bisa dimainkan. Cara memainkan adalah dengan menggunakan dua buah tongkat yang ujungnya bulat.

Kondisi mulus, semua bilah masih lengkap (ada tali penguat di not D yang lepas) dengan sepasang tongkat pemukulnya. Terdapat bonus buku kecil “Wir machen Musik”.

Dimensi kemasaan: 37,5 x 13 x7,5 cm

Vibraphone: panjang: 36,5 cm; lebar: 12 cm; tinggi: 17 cm (dengan kaki)

Tang Kakatua Germany

Dua biji tang kakatua buatan Jerman, merk Knipex dan Steinsit.
Keduannya diproduksi setelah tahun 1950 karena ada tanda “West Germany” (Knipex) dan DIN (Steinsit, DIN adalah singkatan dari “Deutsche Industrie Norm”).

Kondisi masih bagus, bersih dari karatan, pada model Knipex masih ada sisa cat asli. Layak pakai dan layak untuk dikoleksi.

Model Steinsit panjang 15,5 cm. Model Knipex SOLD!

Semprot Air Kuningan

Kata untuk barang ini dalam bahasa Inggris yang kami temukan adalah “Brass Plant Atomizer Spray Can”!
Bukan untuk menyemprot tanaman saja, pasti hewan peliharaan tercinta, yaitu burung, senang sekali kalau mandi dengan disemprot!

Merk 555 “Made in Hongkong”

Kelihatan barang ini dibikin di Hongkong saatnya kota ini masih menjadi daerah kekuasaan Inggris (masa itu selesai tahun 1999). Seberapa tua atau umur barang tidak bisa diketahui pasti, bisa saja 30 sampai 50 tahun.

Kami dapat barang dalam kondisi tidak layak pakai karena semprotannyaa macet, disebabkan adanya residu kapur di dalam pipa dan di bagian mulut pipa. Kuningan menjadi warna coklat tua.

Berikut langkah-langkah yang menjadikan barang layak pakai lagi.

Pipa dibersikan dari residu kapur.

Di bagian depan, antara mulut pipa dan pipa pernah ada ring karet dengan fungsi untuk merapatkan. Karena ring itu sudah rusak kami merapatkan bagian tersebut dengan selotape. Bagian atas tempat air juga harus dirapatkan memakai selotape, supaya saat menyemprot di titik itu tidak ada air keluar! Setelah kuningan di poles, menjadi cling lagi.

Kondisi semprot ini terpakai, tetapi lagi layak pakai.

Tempat air agak peyok, tetapi rapat!

Diameter dibawah 8,5 cm, tinggi 14 cm

Penggaruk Punggung Lama

Barang lama sebelum datang jaman plastik, tongkat penggaruk berbahan kuningan bikinan tangan, pegangan dari kayu dicat merah. Walaupun tidak ada tanda buatan, kemungkinan besar penggaruk ini bikinan Eropa, dibawa oleh penjajah Belanda.
Detail bagian depan.

Detail pegangan.

Barang yang dianggap sepele tetapi sebenarnya dapat dirasakan manfaatnya saat punggung merasa gatal!

Panjang 21 cm

Porslin Numbers # 2

Angka-angka dengan lobang atas bawah dari bahan porslin. Jaman dulu barang seperti ini dipakai untuk nomor urut, contohnya tempat duduk di kereta api atau sebagai tanda loker.
Dijamian barang lama buatan Eropa dengan kualitas halus. Diameter 4 cm

Harga Rp 50 ribu / biji

Tin Ad "Ardath"

Reklame Seng dua sisi rokok Ardath merah. Rokok yang kemungkinan besar sudah tidak lagi beredar di pasaran.
Desain yang sederhana, dua warna klasik, merah putih.

Kondisi apa adanya setelah selama puluhan tahun dipasang depan warung.

Ukur 60 x 33 cm

Harga Rp 80 ribu

Lodong "Fine Table Salt"

Toples kaca yang ditandai dengan tulisan timbul: “Finie Table Salt from C&E Morton Ltd, Leadenhallstreet, London”
Lodong sederhana ini jelas kegunaanya untuk tempat garam, sampai kapan produk garam masih dikemas dalam tempat dari kaca tidak jelas, namun toples ini berasal dari era sebelum jaman plastik.

Besar kemungkinan dari akhir abad ke-19 atau awal abad ke-20, yang jadi pertanyaan bagaimana toples garam itu sampai ada di Indonesia, apakah jaman penjajahan dulu orang-orang Eropa juga membawa garam sendiri dari negaranya kesini?

Tanda Produsen di bagian bawah seperti ini: 32 oz, 26

Tinggi 17,5cm. Diameter bawah 9,5cm. Diameter Tutup 6cm.

Harga Rp 180 ribu

Pembuka Kaleng (Can Opener) Motif Ikan

Barang kuno ini hanyalah sebuah alat untuk membuka kaleng, tetapi punya nilai kesenian yang tinggi.
Berbentuk ikan yang mirip ikan lele pembuka kaleng ini membuktikan lagi bahwa orang jaman dahulu masih menggunakan seni keindahan dalam membuat sebuah alat yang fungsinya sederhana.

Kemungkinan besar pembuka kaleng ini masih dibikin abad ke 19, tidak ada tanda dari tempat yang buat, kami kira barang buatan Inggris.

Kami telah mencari informasi tetapi tidak bisa menemukan gambar pembuka kaleng yang sama dengan ini, yang mirip adalah gambar di sesuatu katalog yang keluar di Jerman kiira-kira tahun 1925 (lihat foto berikut).

Panjang circa 14,5 cm

Kaleng untuk makanan ditemukan oleh Peter Durant di Inggris awal abad ke 19, dia mendapat hak patent tahun 1810. Royal Navy (Inggris) menjadi pengguna pertama makanan kaleng tahun 1813. Awalnya prajurit terpaksa membuka kaleng memakai pisau atau pedang, karena saat itu belum ada alat khusus. Pembuka kaleng atau can opener yang pertama diciptakan Robert Yates, juga seorang Inggris di tahun 1855, tiga tahun kemudian dia mendapat hak patent.

SOLD