Lampu Caping Putih # 3

Lampu dengan kap berbahan enamel dan fitting dari porslin adalah alat penerangan ruangan yang sederhana. Jaman dulu “lampu caping” sering ditemui di toko, tempat kerja atau di gudang.
Walaupun bentuknya sederhana lampu ini gayanya lain dari yang lain. Model yang simpel menjadikannya bisa dipakai dimanapun. Di era modern lampu ini menjadi dekorasi yang membawa “suasana antik”.

Lampu ini asli bikinan Eropa dalam kondisi prima, hanya di bagian kap ada cuil kecil, seperti dilihat di foto.

Fitting berbahan porslin bersih dan utuh, di dalam tidak ada karatan, lampu ini memang layak pakai!

Diameter kap 24,5 cm.

Harga Rp 275 ribu

Kaleng Reklame ASPERG

Kaleng peralatan tambal ban mobil merk 'Asperg' buatan Jerman, kira-kira antara tahun 1940an.
Jaman dulu mobil belum menggunakan ban tubeles jadi peralatan tambal ban masih sangat dibutuhkan.

Isinya sudah tidak ada lagi, kecuali satu strip karet tambal.

Kondisi kaleng masih utuh dengan berapa banyak goresan.

Tinggi 9 cm, lebar 6,5 cm

Harga Rp 120 ribu

Corong Enamel Mini

Corong enamel mungil dengan motif blirik abu-abu.
Kondisi sip, lengkap dengan gantungan.

Enamel masih cling, di bagian bawah, keliling lobang dan di bagian atas ada sedikit lecet.

Diameter atas 7,5 cm / Tinggi 8,5 cm / Diameter lobang bawah 2,4 cm

Harga Rp 80 ribu

Botol Susu Liem Tjauw Bik Solo

Botol susu jaman dulu dari “Melkery Liem Tjauw Bik”, Solo.
Tulisan label botol ada bagian yang sudah pudar, tetapi masih kelihatan memakai bahasa Belanda: Vollemelk, Garandeerd, artinya adalah susu murni terjamin. Melkery = Tempat yang menghasilkan susu.

Di bagian bawa botol terdapat tulisan timbul J.RAPAPORT, BANDOENG, kemungkinan ini adalah nama produsen botol.

Juga terdapat tulisan D.R.G.M. (diikuti beberapa angka dan huruf NR) yaitu singkatan untuk “Deutsches Reichs Gebrauchs Muster”, tanda bahwa barang diproduksi di Jerman sampai akhir PD II (kemudian singkatan itu diganti dengan DIN (= Deutsche Industrie Norm)).

Kemungkinan juga botol susu ini diproduksi di Jerman untuk perusahaan J. Rapaport, Bandoeng yang kemudian mendistribusikan botol-botol ini ke produsen susu ke daerah-daerah.

Kita tidak tahu apa yang benar, yang jelas botol ini masih dari era Hindia Belanda.

Kondisi utuh dan lengkap dengan tutup asli, label sudah luntur, tutup berkarat.

SOLD

Kaleng Miyak Jadoel

Peralatan mekanik jaman dulu yang dipakai untuk meminyakin bagian mesin-mesin seperti mobil, alat cetak, dsb.
Dibuat dari bahan seng, dilapis timah. Kondisi masih utuh dan rapat, lapisan timah sudah luntur karena umur.

Di bagian bawah terdapat sesuatu tanda yang tidak jelas lagi, tetapi barang pasti buatan Jerman dan umurnya pasti diatas 80 tahun.

Tinggi 20,5cm, Diameter bawah 7 cm

Harga Rp 250 ribu

Lodong-Lodong Surabaja

Lima buah lodong berukur medium, buatan lokal oleh perusahaan di “Surabaja”(masih gunakan ejaan lama). Karena jaman dulu “teknologi kaca” belum (terlalu) canggih, beberapa ada “mata ikan” dalam kaca dan bentuknya tidak sempurna, seperti bagian atas tidak seratus persen bulat atau bagian bawah yang tidak rata.
No.1 PT. Ngagel-Surabaja

Tinggi(termasuk tutup)circa 20cm

Diameter bawah circa 13cm

No.2 PG. Drupak-Surabaja

Tinggi (termasuk tutup) circa 18,5cm

Diameter bawah circa 13,5cm

No.3 Drupak-Surabaja

Tinggi (termasuk tutup) circa 19,5cm

Diameter bawah circa 13cm

No.4 PGN-Surabaia

Tinggi (termasuk tutup) circa 19cm

Diameter bawah circa 18cm

No.5 PGN-Surabaja

Tinggi (termasuk tutup) circa 18cm

Diameter bawah circa 14cm

Semua dalam kondisi terpakai, tetapi layak pakai.

SOLD

Peralatan Tukang Jam Merk "Bergeon"

“Bergeon watch tools are considered the best tools worldwide for watchmakers and jewellers.” Merk Bergeon berasal dari Swiss, yang sudah bediri sejak tahun 1791.
Ada empat biji alat yang dipakai untuk bekerja oleh tukang jam.

Disini salah satunya ada yang bentuknya seperti angka delapan, dipakai untuk memperbaiki bagian roda. Sedangkan bagaimana cara penggunaan alat-alat ini kurang jelas, hanya tukang jam yang tahu itu.

Alat-alat ini dibuat dari kuningan dan stainless, walaupun barang lama kondisi bagus sekali, pasti masih layak pakai (kalau tahu caranya !)

Harga Rp 450 ribu (semua)

Lampu Sinyal Feuerhand 276Stk70

Lampu bentuk unik buatan Jerman oleh perusahaan “Feuerhand” yang terkenal sebagai produsen lampu badai (sejarahnya lihat di pos Lampu Badai 175 Superbaby).
Lampu ini dulunya dipakai sebagai lampu sinyal untuk mengamankan tempat proyek bikin jalan saat malam hari.

Yang pasti, ini bukan lampu badai. Sumber cahayanya dari lilin, bukan minyak tanah.

Lampu ini menggantikan lampu badai yang menggunakan minyak, karena pada awal tahun 1970an Eropa terkena “Krisis Minyak” (supplier dari negara OPEC membatasi jumlah minyak yang dikirim). Oleh sebab itu pemerintah dan perusahaan konstruksi harus hemat BBM. Sampai akhir tahun 1980an model “Feuerhand 276 Stk70” masih dipakai, kemudian diganti dengan lampu sinyal menggunakan batrei.

Kondisi terpakai ada beberapa goresan dan bagian karatan yang sudah dibersihkan.

Warna kaca asli merah, tetapi karena umur lapisan cat merah sudah luntur.

Lilin bawaan yang asli merk “Feuerhand” sudah hilang, tetapi bisa pakai lilin seperti dilihat di salah satu foto.

Bagian dalam

Detail tutup

Tinggi (tanpa pegangan) 25 cm, diameter dibawah 13 cm

SOLD